Kamis, 23 Januari 2014
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Sistem
Informasi Akuntansi
Sistem adalah sekelompok unsur yang
erat berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai
tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali
atau yang secara rutin terjadi.
Informasi adalah data yang berguna yang
diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang
tepat. Karakteristik informasi yang realible harus memenuhi syarat relevan,
tepat waktu, akurat dan lengkap.
Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses
data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk
merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis.
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala
sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang
dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
- Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
- Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
- Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
Subsistem SIA memproses berbagai
transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi
pemrosesan transaksi keuangan.
SIA terdiri dari 3 subsistem:
- Sistem pemrosesan transaksi
mendukung proses operasi bisnis
harian.
- Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
- Sistem Penutupan dan pembalikan. Merupakan pembalikan dan penutupan dari laporan yang dibuat dengan jurnal pembalik dan jurnal penutup
menghasilkan laporan keuangan,
seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
.
Sistem
Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen memproses
berbagai transaksi non-keuangan yang tidak bisa diproses oleh Sistem Informasi
Akuntansi. Bagaimana pun juga sistem informasi manajemen di laksanakan dengan
kerja bersama. Dengan mendukung semua ide dari masing-masing group yang
melakukan kerja di lapangan dan bagaimana kita memberikan semangat yang tinggi
buat karyawan.
Cara Kerja
Untuk memahami bagaimana SIA bekerja, perlu untuk menjawab beberapa pertanyaan
sebagai berikut :
- Bagaimana mengoleksi data yang berkaitan dengan aktivitas dan transaksi organisasi?
- Bagaimana mentransformasi data kedalam informasi sehingga manajemen dapat menggunakan untuk menjalankan organisasi?
- Bagaimana menjamin ketersediaan, keandalan, keakuratan informasi ?
Manfaat
Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:
- Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
- Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
- Meningkatkan efisiensi
- Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
- Meningkatkan sharing knowledge
- menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
Komponen
Sistem Informasi Akuntansi
- Manusia adalah pelaku yang menjalankan sistem
- Transaksi merupakan objek dari sistem informasi akuntansi sebagai masukan, lalu diproses sehingga menghasilkan informasi
- Prosedur adalah langkah-langkah yang harus ditempuh dalam melakukan transaksi atau kegiatan perusahaan.
- Dokumen yaitu berupa formulir yang digunakan sebagai sarana pencatatan pada saat transaksi
- Peralatan adalah suatu alat atau sarana yang digunakan dalam melakukan pencatatan pada sistem informasi yang bersangkutan.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi
Kamis, 03 Oktober 2013
1. Dewan Direksi :
Dewan direksi terdiri dari satu orang direktur utama, tiga orang wakil direktur utama dan enam orang direktur.
Tugas utama dari direksi :
· Menentukan usaha sebagai pimpinan umum dalam mengelola perusahaan.
· Memegang kekuasaan secara penuh dan bertanggung jawab terhadap pengembangan perusahaan secara keseluruhan.
· Menentukan kebijakan yang dilaksanakan perusahaan, melakukan penjadwalan seluruh kegiatan perusahaan.
Tanggung jawab dari direksi:
Untuk
mengelola usaha perseroan sesuai anggaran dasar. Pada tahun 2006 secara
formal direksi mengadakan tiga kali rapat direksi untuk mengevaluasi
kinerja operasional dan keuangan perseroan, serta meninjau strategi dan
hal-hal penting lainnya. Selain
itu beberapa pertemuan informal juga dilaksanakan untuk membahas dan
menyetujui hal-hal yang membutuhkan perhatian dengan segera.
2. DIREKTUR UTAMA :
· Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan-kegiatan di bidang administrasi keuangan,kepegawaian dan kesekretarian.
· Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan pengadaan dan peralatan perlengkapan.
· Merencanakan dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan serta pembelanjaan dan kekayaan perusahaan.
· Mengendalikan uang pendapatan, hasil penagihan rekening penggunaan air dari langganan.
· Melaksanakan tugas-tugas yang di berikan Dewan Direksi.
· Dalam melaksanakan tugas-tugas Direktur Umum bertanggung jawab kepada Dewan direksi.
· Memimpin seluruh dewan atau komite eksekutif.
· Menawarkan visi dan imajinasi di tingkat tertinggi (biasanya bekerja sama dengan MD atau CEO)
· Memimpin
rapat umum, dalam hal; untuk memastikan pelaksanaan tata tertib:
keadilan dan kesempatan bagi semua untuk berkontribusi secara tepat;
mengarahkan diskusi kea rah consensus; menjelaskan dan menyimpulkan
tindakan dan kebijakan.
· Bertindak sebagai perwakilan organisasi dalam hubungannya dengan dunia luar.
· Memainkan bagian terkemuka dalam menentukan komposisi dari board dan sub-komite, sehingga tercapai keselarasan dan efektivitas.
· Mengambil
keputusan sebagaimana di delegasikan oleh BOD atau pada situasi
tertentu yang dianggap perlu, yang diputuskan dalam meeting-meeting BOD.
· Menjalankan
tanggung jawab dari direktur perusahaan sesuai dengan standaretika dan
hokum, sebagai refrensi dalam (apapun standar dokumen kebijakan direktur
yang mungkin anda gunakan)
3. Direktur :
· Menetapkan Prosedur kegiatan perusahaan ditiap-tiap manajer untuk mencapai sasaran yang ditetapkan perusahaan.
· Menetapkan tujuan dari tiap-tiap manajer yang ada.
· Mengawasi dan mengkoordinir kegiatan-kegiatan dari manajer secara periodik dan pertanggungjawabannya.
· Mengadakan pengangkatan, mutasi dan pemberhentian karyawan beserta gajinya.
· Menetapkan kebijakan operasional perusahaan untuk jangka pendek.
· Sebagai pimpinan dari perusahaan.
Direktur bertanggung jawab atas kerugian PT yang
disebabkan direktur tidak menjalankan kepengurusan PT sesuai dengan
maksud dan tujuan PT anggaran dasar, kebijakan yang tepat dalam
menjalankan PT serta UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.
Atas kerugian PT, direktur akan dimintakan pertanggungjawabannya secara
perdata.
Apabila kerugian PT disebabkan kerugian bisnis dan direktur telah menjalankan kepengurusan PT sesuai dengan maksud dan tujuan PT anggaran dasar, kebijakan yang tepat dalam menjalankan PT serta UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, maka direktur tidak dapat dipersalahkan atas kerugian PT.
Apabila kerugian PT disebabkan kerugian bisnis dan direktur telah menjalankan kepengurusan PT sesuai dengan maksud dan tujuan PT anggaran dasar, kebijakan yang tepat dalam menjalankan PT serta UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, maka direktur tidak dapat dipersalahkan atas kerugian PT.
4. Direktur Keuangan:
· Direktur keuangan dapat membentuk organ setingkat di bawahnya yang jumlahnya di tetapkan dengan persetujuan Dewan Direksi.
· Mengawasi Operasional mengenai keuangan perusahaan.
· Melakukan pengecekan lapangan mengenai bagian keuangan
· Meminta pertanggungjawaban dari tiap-tiap bagian yang ada dibawahnya
· Mempertanggungjawabkan kegiatan yang ada mengenai bagian keuangan
· Menetapkan prosedur pelaksanaan secara rinci tentang keuangan
· Menetapkan standar pekerjaan lapangan untuk menjamin tidak adanya kebocoran dalam bagian keuangan.
5. Direktur Personalia :
· a. Mengembangkan system perencanaan personalia dan pengendalian kebijakan
· pegawai
· b. Melaksanakan Kebutuhan administrasi dan kepagawaian.
· c. Membina pengembangan staff administrasi
6. Manager :
Tugas
seorang manager adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai macam
variabel (karakteristik, budaya, pendidikan dan lain sebagainya) kedalam
suatu tujuan organisasi yang sama dengan cara melakukan mekanisme
penyesuaian.
Adapun mekanisme yang diperlukan untuk menyatukan variabel diatas adalah sebagai berikut:
- Pengarahan (direction) yang mencakup pembuatan keputusan, kebijaksanaan, supervisi, dan lain-lain.
- Rancangan organisasi dan pekerjaan.
- Seleksi, pelatihan, penilaian, dan pengembangan.
- Sistem komunikasi dan pengendalian.
- Sistem reward.
7. Manager Personalia :
A. Buat Pengorganisasian, perencanaan program & pengendalian Unit Personalia
B. Buat Flow Process Administrasi seluruh kegiatan Personalia
– Proses & Prosedur Rekrutmen : searching, interview, test and selection.
– Remuneration Management : Struktur dan Skala Gaji, Basic Salary, Allowance, Incentive & Overtime.
– System Penilaian Kinerja Karyawan
– Seluruh Perizinan Ketenaga Kerjaan
– Promosi, Mutasi & Demosi serta PHK
– Handling karyawan Tetap, Kontrak & Harian serta PKL
– Perjalanan Dinas dalam/luar negeri serta fasilitasnya
– Training & Evaluasi
– Medical, Hospital, Asuransi & Dana Pensiun karyawan
– Benefit & Fasilitas Lainnya
– Proses & Prosedur Rekrutmen : searching, interview, test and selection.
– Remuneration Management : Struktur dan Skala Gaji, Basic Salary, Allowance, Incentive & Overtime.
– System Penilaian Kinerja Karyawan
– Seluruh Perizinan Ketenaga Kerjaan
– Promosi, Mutasi & Demosi serta PHK
– Handling karyawan Tetap, Kontrak & Harian serta PKL
– Perjalanan Dinas dalam/luar negeri serta fasilitasnya
– Training & Evaluasi
– Medical, Hospital, Asuransi & Dana Pensiun karyawan
– Benefit & Fasilitas Lainnya
C. System Penyediaan Data Karyawan, Surat-surat serta Form Administrasi kegiatan personalia
D. Buat dan pastikan System Dokumentasinya yang Efektif
E. Buat System pelaporan Seluruh Kegiatan Personalia.
8. Manager Pemasaran :
- Menetapkan prosedur operasional Informasi yang lebih efisien
- Melaporkan hasil kerja kepada direktur secara berkala.
- Bertanggungjawab penuh tentang fungsi dan tugas sebagai kepala bagian pemasaran secara berkala kepada direktur.
9. Manager Pabrik :
1) Berkaitan Kepada Direktur :
· Bertanggung jawab kepada direktur perusahaan langsung.
· Melakukan konsultasi berkala supaya tercapai keselarasan pelaksanaan tugas.
2) Berkaitan Dengan Produksi :
· Bersama-sama dengan bagian lain untuk mengantisipasi dan mengatasi berbagai persoalan produksi
· Mengarahkan setiap bagian yang di tunjuk oleh direktur perusahaan.
· Bersama-sama dengan supervisor menangani masalah pabrik.
Manajer pabrik membawahi PPC, Produksi, Pembelian, dan Gusang Bahan Buku.
10. ADM & Gudang :
Bagian
ini akan mengecek semua administrasi dan transaksi berhubungan dengan
jalannya perusahaan. Bagian ini terdiri dari CMT,Acounting, dan Kasir.
· CMT bertugas untuk mengurus hal hal berkaitan dengan pihak Outsourcing.
· Accounting bertugas untuk melakukan membukukan transaksi yang terjadi.
· Kasir bertugas untuk membuat laporan penerimaan dan pengeluaran uang harian.
11. Divisi regional :
· Mengelola asset untuk menjalankan bisnis secara benar sesuai arah perusahaan.
· Menyepakati target kinerja dengan direksi.
· Beroperasi sebagai badan usaha yang member keuntungan kepada pemilik modal.
· Menjalankan kebijakan dan prosedur baku yang di tetapkan oleh Kantor Pusat.
· Menciptakan dan Meningkatkan nilai tambah perusahaan bagi pemilik modal, calom penanam modal dan pemangku kepentingan.
SUMBER
SUMBER
Langganan:
Postingan (Atom)
